20 Maret 2010

MEMAR (mei makassar berdarah) 2004

PERNYATAAN SIKAP
FORNT PERLAWANAN MILITERISME
FPM)

TOLAK MILITERISME DI PENTAS POLITIK KEKUASAAN

Enam tahun sudah reformasi berlalu, namun mimpi
tentang kesejahteraan, demokrasi, serta perbaikan
nasib rakyat sama sekali tidak nampak didepan mata
kita. Penghambat tidak satupun agenda-agenda reformasi
terlaksana secara tuntas dikarenakan masih kuatnya
kekuatan militer dan orde baru dipentas kekuasaan.
Kekuatan militer yang merupakan budak dan komparador
utama dari kekuatan modal internasional masih
merupakan momok yang sangat menakutkan bagi rakyat
Indonesia dan penalu bagi penegakan demokrasi.
Berbagai dosa-dosa kejahatan masa lalu yang pernah
dilakukan oleh kekuatan politik militer sampai hari
ini masih menjadi traumatik sejarha bagi rakyat. Mulai
dari kasus pembantaian 65, Peristiwa malari, Lampung,
Tanjung Priok, Amarah, 27 Juli 96, Tri Sakti, Semanggi
I dan II, Kasus Lonsum Bulukumba sampai Tragedy 1 mei
UMI Makassar kemarin merupakan bukti nyata betapa
watak fasis militer masih kuat dipentas politik kita.
Momentum pemilu 2004 ini merupakan ajang restorasi
kekuatan bagi faksi kaum fasis militer dipentas
politik negara kita. Naiknya tokoh-tokoh militer dalam
bursa pencalonan capres seperti Wiranto, SuSilo
Bambang Yudoyono dll adalah upaya mengembalikan
kejayaan militer sebagai pusaran kekuatan yang
dianggap mampu membawa bangsa ini menjadi lebih baik.
Namun sejarha telah membutikan bahwa keterlibatan
kekuatan militer dalam pentas politik seperti pada
masa orde baru Soeharto dengan karakter
kapitalis-militeristik-nya hanya akan membawa
kesengsaraan bagi massa rakyat Indonesia dimana
kebebasan berpendapat dan berorganisasi sama sekali
dibatasi dan dikekang dengan tindakan otoriter tak
berprikemanusiaan.
Untuk itu tidak ada tawar menawar lagi bagi kekuatan
militer. Jika kesejahteraan kita impikan, ketika
perubahan ingin kita dapatkan dan demokrasi ingin kita
tegakkan maka kekuatan militer harus disingkirkan dari
pentas politik an kekuasaan. Sebab membiarkan kekuatan
militer kembali dipentas kekuasaan sama saja membunuh
demokrasi dan kesejahteraan rakyat.
Mencermati kondisi tersebut, Maka kami dari Front
Perlawanan Militerisme (FPM) menyatakan sikap secara
tegas :
1. Menolak kembalinya Militerisme dipentas politik dan
kekuasaan.
2. Cabut produk-produk hukum yang melegitimasi
keberadaan militerisme di pentas politik (UU Tindak
Pidana terorisme, UU TNI, UU Kepolisian, RUU Intelejen
Negara, Pasal-pasal karet Hatzai Artekellen serta
penghapusan lembaga-lembaga teritorial TNI dari Kodam
sampai Babinsa.
3. Menuntut penyelesaian dan pengadilan terhadap
kasus-kasus pelanggaran HAM yang pernah dilakukan oleh
militer (TNI/Polri) terhadap rakyat Indonesia.
4. Tuntaskan kasus Amarah, pembantaian petani di
Bulukumba serta Tragedy 1 UMI 2004.
5. Menolak intimidasi dan tindakan refresif yang
berwatak otoriter militeristik terhadap jurnalis yang
menghalangi dan menghambat hak-hak serta kebebasan
pers.
6. Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk
menolak kembalinya militerisme dan segala bentuk
tindakan yang berwatak dan berkarater militeristik
terhadap rakyat Indonesia.
Makassar, 21 Mei 2004


FRONT PERLAWANAN MILITERISME
( F P M )
FRONT MAKASSAR
UNIT KEGIATAN PERS MAHASISWA UNHAS (UKPM-UH)
PEMERINTAHAN MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNHAS (PEMA
FH-UH)
LEMBAGA BANTUAN HUKUM UJUNG PANDANG (LBH-UP)
WAHANA LINGKUNGAN HIDUP (WALHI) SUL-SEL
HIMPUNAN MAHASISWA AGRARIA UNHAS (HIMAG-UH)
BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA UNIV. ISLAM MAKASSAR (BEM
FISIP-UIM)
FRONT MAHASISWA DEMOKRATIK (FMD)
FORUM MAHASISWA KOTA MAKASSAR (FORMAKAR)
UNIT PENERBITAN DAN PENULISAN MAHASISWA UMI (UPPM-UMI)
KERUKUNAN MAHASISWA PINRANG UMI (KMP-UMI)
SOLIDARITAS PUTRI INDONESIA (SPI)
FORUM MAHASISWA ISLAM DEMOKRATIK (FORMID)
FORUM PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM (FPMI)
FRONT PEMUDA NASIONAL (FPN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentarnya tentang artikel yang kami phosting dalam blog yang kami kelolah, baik itu kritikan, usulan, dan juga saran-saran yang tentunya membangun. mari kita budayakan diskusi menggali pengetahuan-pengetahuan baru.."belajar-berorganisasi-dan-bejuang"

Baca Juga Artikel Lainnya