15 Januari 2017

Kemunduran FIlsafat dan Ilmu Pengetahuan Di Era Kapitalisme

Pendidikan merupakan pondasi utama untuk memajukan suatau negara. seluruh negara di dunia memiliki prioritas menuju pendidikan yang berkualitas, hingga terjangkau sampai kepada rakyatnya yang secara ekonomi kurang mampu. mengapa demikian? karena sumber daya manusia suatu negara adalah generasi untuk memajukan suatu bangsa melalu perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih tinggi, dan itu tentunya melalui pendidikan. maka dari itu, pendidikan merupakan hal yang paling urgen pada diri manusia dan negara. Nelson Mandela pernah bilang "Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh yang bisa anda gunakan untuk mengubah dunia",
ini menandakan bahwa kemajuan suatu negara terlihat dari seberapa berkualitasnya pendidikan yang dijalankan, sehingga mampu mengubah dunia. mengubah dunia adalah suatu revolusi yang dilakukan oleh manusia-manusia yang maju menuju sistem yang lebih memanusiakan manusia, dari fase perbudakan menuju fase dimana manusia tak menindas menusia lainnya. Tan Malaka pernah bilang "tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan", namun yang ada sekarang adalah kebalikannya, dimana kecerdasan begitu tumpul, memiliki sikap opurtunis, dan kemanusiaannya sangat kurang. generasi sekarang menjauh dari perbedaan, maka persatuan dalam perbedaan pun sangat jauh dari dirinya dan cenderung rasis, diskriminatif, dan sebagainya. menjauhi perbedaan sama halnya dengan mendeklarasikan kebencian dan permusuhan abadi. hal ini adalah kemunduruan, dan negara kita akan sulit untuk maju kedepan, dan negara kita hanya bisa menjadi negara boneka imperilisme.

Ada beberapa hal yang membuat pendidikan kita tidak bisa maju dan sebagai pendidikan yang berkualitas, mampu mengubah dunia seperti kata Nelson, dan mempertajam kecerdasan, serta memperhalus perasaan seperti kata Tan Malaka, dapat memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memanusiakan manusia seperti kata Marx dan Engel adalah pertama, pendidikan harus terjangakau, atau jika bisa di gratiskan hingga pendidikan tinggi, sehingga bukan hanya orang kaya yang bisa menikmati pendidikan, akan tetapi semua orang bisa menikmatinya, dan juga memiliki penganggaran yang jelas dari negara. kedua, kebebasan berfikir, dan berkarya tanpa tekanan, bebas mempelajari semua cabang ilmu pengetahuan dan filsafat, sehingga mampu menciptakan teknologi baru untuk kemanusiaan. ketiga menghapus mekanisme ujian kelulusan dan bentuk ujian lainnya.

Pendidikan sekarang ini, terkhusus pendidikan tinggi di indonesia, sangatlah mahal dan tidak berkualitas. sehingga, seseorang akan memilih untuk tidak kuliah gara-gara kemahalan. akan tetapi, mau tidak mau, tetap kuliah karena ini menyangkut masa depan. gak punya ijasa untuk lamar kerja gak bisa bertahan hidup. sehingga, banyak orang yang memilih kuliah hanya untuk mendapat ijasa. kenapa saya bisa tahu pendidikan indonesia tidak berkualitas? itu karena negara-negara maju yang pendidikan nya sudah berkualitas dan di akui oleh seluruh dunia, memberikan pendidikan kepada warganya dan bahkan yg bukan warga negeranya pendidikan secara cuma-cuma alias gratis. jadi, jika ingin pendidikannya berkualitas, maka jalankan pendidikan gratis. anggaran juga merupakan penunjang bagi majunya pendidikan kita. sekarang ini anggaran pendidikan berkisar 20% dari APBN namun, dari anggaran 20% tersebut, bayak tertuju pada biaya opersional seperti gaji PNS (dosen, guru, pegawai dinas pendidikan), bukan pada pembiayaan sarana dan prasarana, seperti buku, alat-alat praktikum dan sebagainya yang menunjang mutu pendidikan. untuk anggaran gaji dosen, guru, dan pengawai dinas pendidikan, harus nya di anggarkan sendiri di luar dari anggaran 20% tersebut. 

Pendidikan berkualitas juga di topang dengan adanya demokratisasi kampus. adanya kebebsan dalam memilih pimpinan kampus, ikut serta dalam menentukan kebijakan kampus, ikut serta dalam merumuskan kurikulum apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa, bebas beroganisasi dan menyampaikan aspirasinya, serta tidak diskriminasi baik ras, suku, agama, maupun strata ekonomi dan sosial. kebebasan inilah yang harus di junjung tinggi setiap perguruan tinggi yang ada di indonesia jika ingin kualitas pendidikan maju. saya tidak sepakat dengan sitem pendidikan indonesia saat ini, mengapa? karena berbeda dengan apa yang saya unkapkan diatas. di era kapitalisme ini dunia pendidikan dijadikan sember profit dan tempat untuk menanam benih ideologi kapitalisme yang hanya akan memperpanjang sistem penindasan dan penghisapan manusia atas manusia lainnya. memotong rantai kemajuan ilmu pengetahuan dan filsafat demi memajukan kecerdasan manusia agar bisa terlepas dari lingkaran syetan kapitalisme. kepedulian atas sesama umat manusia diganti dengan sistem kompetisi, siapa yang bertahan dan terkuat maka merekalah pemenangnya. logika ideologi kapitalisme tidak ada baiknya, maka sudah saatnya diganti dengan sistem yang memanusiakan manusia.   

Kepedulian terhadap sesama manusia adalah merupakan hal mutlak di miliki setiap manusia, dimana manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. era kapitalisme sekarang ini, dimana segala sesuatu yang bisa mendatangkan profit, roh kapitalisme pun terdapat di dalamnya, seperti dunia pendidikan saat ini. penyakit yang bernama kapitalisme sekarang ini, telah menjadi viral dalam dunia pendidikan. jika kapitalisme telah masuk dalam dunia pendidikan, maka satu yang inti dalam kapitalisme yaitu mengejar profit, dan menghegemoni manusia untuk setia dan mengabdi pada ideologi kapitalisme. pada saat ini juga, tidak ada yang bisa lolos dari cengkaraman ideologi kapitalisme, bahkan agama sekalipun telah di rasukinya, memplesetkan ayat-ayat dari hakikat sesungguhnya, dan membuat orang menjadi malas menganalisis, apa maksud dari ayat yang dikutipnya, serta membuat penganut agama menjadi kesurupan dan menjauh dari tujuan agama itu di ciptakan.

Fase kapitalisme, adalah fase dimana perkembangan ilmu pengetahuan mengalami kemunduran. salah satu kemunduruannya adalah, tidak adanya penemuan-penemuan baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan, yang ada hanya pengembangan, dari koputer tabung menjadi laptop, teknologi komunikasi dari telephone mobile satu arah, menjadi dua arah dan sekarang menjadi sistem android, dan masih banyak lagi bentuk perkembangan, pukan penemuan. perkembangagan ilmu pengetahuan pun dalam kapitalisme adalah hal paling mendesak jika kapitalisme mengalami krisis, mengapa demikian? karena dalam sistem kapitalisme harus mempekerjakan orang-orang yang bodoh, dan di upah murah, sehingga dapat mempertahankan kelasnya dan memperluas pasarnya, dan dalam pendidikan menghasilkan generasi penerus ideologi kapitalisme yang menindas dan menghisap bukan hanya kehidupan klas pekerja/buruh, akan tetapi seluruh umat manusia dibawah kontrol kapitalisme.

Sistem pendidikan pada fase kapitalisme seperti yang saya katakan sebelumnya yaitu, kapitalisme mengarah pada profit, dan hegemoni ideologi kapitalisme, bukan untuk menciptakan, dan memajukan teknologi untuk kemanusia. kapitalisme telah menggunakan ilmu pengetahuan sebagai landasan pengembangan teknologi dan mengabaikan induk ilmu pengetahuan yaitu filsafat dalam perkembangannya, maka yang terjadi adalah mengancam keberlangsungan hidup species manusia dan makhluk hidup lainnya. pembuatan senjata canggih, dan nuklir merupakan salah satu contoh dari pengabaiaan filsafat. sehingga generasi sekarang ini, mendahulukan ilmu pengetahuan, dan mengabaikan filsafat yang berbicara tentang kebenaran, dan kebijak sanaan. ilmu pengetahuan sangat doktriner, dan tekstual sehingga pola pikir yang digunakan adalah spesifik dan tidak meluas karena dalam kapitalisme terjadi spesialisasi ilmu pengetahuan sehingga cara pandangnya metafisis. hal ini sudah di peringatkan oleh salah satu pimpinan Avicena Center for Religions and Science (ACRoSS)-ICAS mengemukakan bahwa filsafat memiliki komitmen intelektual terhadap problema peradaban kontemporer, mengekplorasi potensi filsafat yang memiliki visi dan perspektif yang lebih mampu menyentuh isu-isu kemanusaian dan kebudayaan pada umumnya. sudah seharusnya, perkembangan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, haruslah untuk kemanusiaan, bukan sebagai untuk mengakumulasi modal, dan menjajah negara lain.

Neoliberalisme-kapitalisme merupakan ideologi yang tertanam dalam sistem pendidikan, terutama pendidikan di indonesia. kurikulum pendidikan indonesia mengarah pada kepentingan klas borjuis. menanam benih kebencian antar sesama umat manusia, merasuki agama sebagian pengalihan isu dari eksploitasi, ekspansi, dan akumulasi yang di lakukan oleh negara-negara kapitalisme ke negara dunia ketiga seperti indonesia. kita tidak sadar telah di setting sedemikian rupa agar saling mencaci, menyerang, oleh aktor ideologi kapitalisme. maka siapa yang melakukan itu, mereka adalah antek kapitalisme yang anti perdamaian, dan anti kemanusiaan. mereka akan terus memperluas perang, kebencian, dan kompetisi tanpa melihat sisi kemanusiaan.

    

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentarnya tentang artikel yang kami phosting dalam blog yang kami kelolah, baik itu kritikan, usulan, dan juga saran-saran yang tentunya membangun. mari kita budayakan diskusi menggali pengetahuan-pengetahuan baru.."belajar-berorganisasi-dan-bejuang"

Baca Juga Artikel Lainnya