26 Januari 2017

Utang Pemerintah Semakin Bertambah, Rakyat Menjerit

Kapitalisme dalam perkembangannya tidak pernah terlepas dari yang namanya krisis ekonomi, perang dunia ke II merupakan buah dari krisis kapitalisme yang pada masa itu kapitalisme masih kokoh diatas kapitalisme produksi. Namun, seiring berjalannya kapitalisme sebagai mekanisme eknomi dunia menuai krisis over produksi dimana hasil produksi tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, atau kelebihan produksi, sehingga di pasar komoditi tidak mengalami keuntungan yang besar bahkan bangkrut atau krisis.


Kebangkrutan kapitalisme industri ini kemudian diambil alih oleh kapitalisme finansial yaitu Bank. pada awal munculnya Bank di dunia tidak lebih hanya sebagai penjamin keuangan, atau hanya sebagai tempat simpan pinjam uang. uang yang dulunya hanya berfungsi sebagai alat tukar barang yang di butuhkan oleh masayarakat, setelah mengalami perkembangan karena kapitalisme industri telah gagal, maka uang bukan hanya menjadi alat pertukaran, namun uang juga lahir sebagai alat produksi untuk proses akumulasi modal berdasarkan nilai mata uang. sehingga pertarungan nilai mata uang antar negara semakin kencang dalam ekonomi global. sehingga untuk mengahsilkan keuntungan pada kapitalisme finansial adalah sebagai pendonor dan sebagai penjamin yang tak segan-segan memberikan pinjaman kepada negara-negara yang membutuhkan dananya dalam pembangunan eknomi negaranya tersebut. lahirlah organisasi kapitalisme finansial seperti WB, IMF, AD, IDB, dan lain sebagainya yang memberikan pinjaman dan membuat ketergantungan atas utang, Indonesia adalah salah satu contoh negara yang sangat tergantung dengan utang untuk membangun eknomi Indonesia.

Baru-baru ini, media detik.com merilis utang pemerintah pusat Indonesia yang dari tahun ketahun semakin meningkat, dimana pertumbuhan eknomi indonesia hanya berkisar 4-5% pertumbuhannya. kita tidak tau bagaimana pemerinta akan membayar utang itu nantinya, yang jelasnya pasti akan mengorbankan rakyatnya dan menyelamatkan pelaku usaha-usaha besar. mengutif media detik.com yang di posting pada hari kamis, 26 januari 2017. pemerintah indonesia "sampai saat ini memiliki pinjaman luar negeri per 2016 utang luar negeri pemerintah indonesia (baik bilateral, maupun multilateral tercatat Rp 3.466,96 T. dimana pemerintah indonesia memiliki sumber utang luar negeri dari negara jepang, prancis, jerman, korea selatan, china, amrika serikat, australia, spayol, rusia, dan inggris. bukan hanya itu, indonesia memiliki utang dari Islamic development Bank (IDB), Asean Development Bank (ADB), dan Bank Dunia (WB).

Gambar diambil dari situs detik.com

Dari banyak kreditor yang memberikan utang kepada pemerintah indonesia, apakah pemerintah ini tidak berfikir panjang? kalo belajar soal kapitalisme finansial, ini adalah bom waktu dan tunggu saja krisis itu akan datang dan pemerintah indonesia tidak mampu membayar utang luar negerinya seperti yang terjadi di negara Yunani. Namun itu bukan persoalan bagi pemerintah karena korbannya adalah rakyat indonesia seperti buruh, petani, dan kaum miskin lainnya, orang-orang kaya seperti pemerintah kita hari ini tidak akan berdampak banyak soalnya mereka sudah memiliki tabungan, perusahan, dan kekayaan lainnya yang sudah mereka persiapkan dan sudah mereka curi dari rakyat indonesia.

Jika kita rakyat indonesia (buruh, tani,) masih percaya dengan pemerintah yang merupakan perpanjangan tangan kapitalisme global, maka yakin saja penindasan, dan penghisapan akan terus kita rasakan sampai ke anak cucu kita nantinya. 

      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentarnya tentang artikel yang kami phosting dalam blog yang kami kelolah, baik itu kritikan, usulan, dan juga saran-saran yang tentunya membangun. mari kita budayakan diskusi menggali pengetahuan-pengetahuan baru.."belajar-berorganisasi-dan-bejuang"

Baca Juga Artikel Lainnya