3 Juni 2011

konggres III FMD (Tema : Menbangu Kepeloporan Mahasiswa Menuju Sosialisme

    Reformasi 98 adalah momentum histories yang telah memberi warna perjalanan sistem ketatanegaraan kita sekaligus angin segar dan harapan baru bagi rakyat sebab selama tiga decade dikekang oleh rezim diktator otoriter orde baru. Dimana kebijakan ekonomi-politik terpatron pada subjektif individu penguasa dengan berbagai justifikasi dan ekspektasi guna mengilusi massa rakyat khususnya dalam konteks demokrasi.ini dapt dilihat dari alur sejarah yang mengekangan nilai-nilai demokrasi serta pelanggaran HAM dan lain-lain yang masih menyisahkan traumatik histori bagi rakyat indonesia.sehingga bagi rakyat indonesia reformasii 98 dianggap sebagai satu harapan dan obat penenang dari kesalahan masa lalu  selama ini yang akan membawa masyarakat indonesia menuju tatanan sistem yang lebih baik.


Berangkat dari keresahan diatas setelah melihat realitas dan kondisi objektif dari dinamika politik hari ini (pembentukan instrumen hukum,perpu,kebijakan non-populis dll.)memuculkan satu pertanyaan dari seribu pertanyaan yang harus segera dijawab oleh pemerintah  benarkah eksistensi dari reformasi 98 sesuai dengan aspirasi  dan kebutuhan massa rakyat  sebab pasca reformasi dan rezim penguasa yang baru hari ini sama sekali tidak memberikan  perubahan significant.oleh karena itu  dibutuhkan instrumen-instrumen yang dapat mengawall reformasi dalam mencapai tujuan tersebut  yakni sesuai harapan rakyat.sebab kehendak rakyat adalah power yang tak bisa ternegasi oleh badai apapun.

Hari ini menjadi tongak baru era sejarah Indonesia, dimana negara kita berada pada fase krisis politik dan ekonomi. Krisis ekonomi ditandai dengan peningkatan angka kemiskinan yang semakin massif, sementara pemerintah belum menemukan formula baru dalam mengatasinya bahkan rela menghambakan diri pada kepentingan kaum borjuasi Internasional. Proyek besar dengan nama Globalisasi melalui perangkat ekonomi Neo Liberalismenya telah merasuk ke jatung bangsa Indonesia. Pemerintah telah mengamini proposal negara induk kapitalisme dan dengan sepenuh hati menerapkan agenda Neo Liberal. Pencabutan Subsidi, Liberalisasi impor, sampai ke Privatisasi BUMN dan swastanisasi kampus, semakin membuat keropos tatanan kehidupan rakyat Indonesia beberapa tahun terakhir.

Di bidang politik pun pemerintah Indonesia sama sekali telah kehilangan independensinya. Semua kepijakan politik, hukum, maupun ekonomi selalu menjadiakn Neo Liberalisme sebagai parameter substansial penetapan dan perealisasiannya.

Di satu sisi gerakan mahasiswa telah mengalami mis orientasi (yang telah sampai pada tingkat krusial). Gerakan mahasiswa selama ini sangat elitis, momentum, dan cenderung terjebak pada propaganda elit, sehinga tidak mampu memberi solusi apa-apa bagi rakyat miskin Indonesia.
Sebagai contoh, keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM hanya direspon oleh sebagian gerakan mahasiswa itu pun masih dalam skala kecil. Bahkan isu penolakan kenaikan BBM kembal ibergeser ke kompensasi. Ini semakin membuktikan bahwa analisa gerakan mahasiswa masih belum menyentuh persoalan dan kebutuhan pokok massa rakyat.

Hari ini menjadi pertanyaan besar bahwa mampukah gerakan mahasiswa dijadikan kekuatan pelopor dalam mengawal perubahan di Indonesia dan mampukah gerakan mahasiswa memberi solusi efektif bagi persoalan mendesak massa rakyat Indonesia hari ini?

Bedasarkan analisa itulah, maka Front Mahasiswa Demokratik (FMD) bermaksud melaksanakan kongres III untuk kembali menata organisasi berdasarkan evaluasi kritis terhadap gerakan mahasiswa selama ini. Dengan demikian diharapkan agar lahir ide-ide baru dalam menembus benteng kokoh kefakuman dan mis orientasi gerakan mahasiswa Indonesia 
salam sosialime
FRONT MAHASISWA DEMOKRATIK
A.M.Fajar Akbar
ketua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentarnya tentang artikel yang kami phosting dalam blog yang kami kelolah, baik itu kritikan, usulan, dan juga saran-saran yang tentunya membangun. mari kita budayakan diskusi menggali pengetahuan-pengetahuan baru.."belajar-berorganisasi-dan-bejuang"

Baca Juga Artikel Lainnya