17 Juli 2011

Terancam Putus Sekolah Karena Tidak Mampu Beli Baju Seragam dan Mahalnya Biaya Pendidikan

Kecamatan binuang POLEWALI MANDAR, SUL-BAR
Terancam Putus Sekolah Karena Tidak Mampu Beli Baju Seragam dan Mahalnya Biaya Pendidikan

sumber dari achi proletariat

 —  ternyata dengan melihat kondisi yang terjadi dipolewali mandar dan Indonesia pada umumnya,  masih mengalami sebuah persoalan negeri ini yang belum mampu membumikan UUD 45 dimana tujuan utama dari pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. marilah kita saksikan  profil pendidikan polewali mandar,,,!!!!
Pada salah satu sisi areal pematang sawah yang jauh dari permukiman warga dan berbatasan dengan hutan di Kelurahan Ammassangang, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, berdiri sebuah gubuk tua yang nyaris roboh.
Bangunan rapuh berukuran 4 x 5 meter itu hanya ditopang beberapa kayu dan ditutupi dengan atap rumbia. Tak ada yang menduga jika di dalam digubuk tersebut hidup suami istri dengan enam anak, yang kondisinya amat memprihatinkan.
Sahawiah, ibu yang melahirkan enam anak itu, yang ditemui beberapa waktu lalu, mengaku sengaja memilih hidup terpencil dan jauh dari permukiman penduduk lainnya. Selain karena alasan tak punya lahan untuk tempat tinggal, juga ada perasaan minder untuk bergaul dengan masyarakat sekitar.

Bahkan, dua anak tertua di dalam keluarga ini, Mirnawati (18) dan Irwan (16), tak pernah merasakan bangku sekolah. Keduanya hanya sibuk membantu kedua orangtuanya bekerja menggarap sawah milik orang lain.
Sementara tiga anak lainnya yang berhasil diajak oleh sebuah lembaga pemerhati anak untuk bersekolah kini juga terancam berhenti. Alasannya, mereka tak mampu membeli seragam sekolah. Padahal, ketiga anak itu tergolong sebagai siswa berprestasi di sekolahnya.
Biaya pendidikan memang gratis. Namun, untuk membeli seragam sekolah yang berjumlah empat pasang, yakni putih merah, pramuka, batik, dan baju olahraga, untuk ketiga anaknya, tentu bukan perkara mudah bagi Sahawiah dan suami.
Pendapatannya sebagai petani penggarap jauh dari cukup untuk menopang semua kebutuhan hidup. Pada saat musim panen, semua anggota keluarga, termasuk anak-anaknya, dikerahkan bekerja sebagai buruh tani untuk membantu menopang biaya hidup.
Salah satu kasus lain yang terjadi juga dipolewali mandar kasus Orang tua yang ingin anaknya masuk sekolah yang berstandar internasional ini harus siap merogoh kocek hingga Rpl Juta kesekolah dengan alasan pungutan bagi para siswa baru hingga Rpl Juta tidak bisa dihindari karena banyaknya kebutuhan dalam mendukung program pendidikan sebagai sekolah berstandar internasional ucap Kepala SMA 1 Polewali Mandar Burhanuddin.

Apakah anak bangsa yang diatas tidak dapat mengenyam nikmatnya pendidikan seperti yang kita rasakan bersama, inilah wajah buram Indonesia hari ini dimana sebuah bentuk pen-diskriminasi-an terhadap orang miskin, padahal hak setiap warga Negara untuk mendapatkan pendidikan tapi fakta bicara lain masih banyaknya warga Negara yang belum dapat kenyamanan dan nikmatnya pendidikan, lagi-lagi inilah tanda belum mampunya pemerintahan kita hari ini untuk membumikan cita-cita dan tujuan NKRI seperti yang dicita-citakan oleh tokoh pendiri Negara kita, bukankan mereka-lah yang akan menjadi penerus cita-cita perjuangan bangsa ini.
Tapi itulah profil Negara kita hari ini yang mengabdi kepada kapitalisme (pasar) yang tidak mungkin dan tidak akan berpihak kepada rakyat miskin selalunya hanya berpihak kepada orang kaya,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentarnya tentang artikel yang kami phosting dalam blog yang kami kelolah, baik itu kritikan, usulan, dan juga saran-saran yang tentunya membangun. mari kita budayakan diskusi menggali pengetahuan-pengetahuan baru.."belajar-berorganisasi-dan-bejuang"

Baca Juga Artikel Lainnya