6 Agustus 2011

MATA RANTAI PRODUKSI, KELAS PEKERJA DAN KESADARAN KELAS

oleh Hidayat Purnama

Nasi yang kumakan berasal dari beras yang ditanam petani di wilayah sekitar yogya; gula dan teh yang kuteguk berasal dari perkebunan tebu di Jawa dan perkebunan teh di Jawa barat yang dipanen dan dipetik buruh tani; rokok yang kuhisap berasal dari tembakau yang ditanam petani madura dan dilinting buruh-buruh pabrik di surabaya; kaos yang kupakai berasal dari kain yang ditenun buruh di pabrik tekstil di pusat industri tekstil bandung; motor yang kukendarai berasal dari mesin-mesin dan aksesori yang dirancang dan dibuat buruh-buruh di jepang sana; komputer yang kuoperasikan berasal dari perangkat keras dan lunak yang dibuat dan dirakit buruh-buruh di Taiwan dan Tangerang.

Banyak lagi barang-barang kebutuhan hidup dasar dan perabadan yang tersedia melalui kerja dari buruh, maka sesungguhnya kehidupan dan peradaban ini tidak akan berjalan tanpa kerja dari para buruh dan tani.

Kerja adalah inti dari peradaban secara impersonal, tapi secara personal intinya adalah barisan kelas pekerja, lalu mengapa kelas yang paling dasar dalam peradaban itu menjadi tertindas, hidup tidak seperti manusia yang dikelompokkan beradab?

Syarat peradaban dasar adalah tempat tinggal yang layak, makanan yang memadai, sandang yang cukup, pendidikan dan kesehatan yang memadai. itu saja belum bisa didapatkan oleh kelas pekerja yang menjadi tulang punggung peradaban, apalagi kebutuhan lainnya seperti rekreasi, transportasi dan sarana olahraga...

Nah, pengetahuan yang detail diperlukan bagi gerakan kelas pekerja: apa itu alat produksi, apa itu modal, apa itu laba (berapa besar laba yang didapat oleh para pemodal besar dan perbankan sebagai kapitalis uang, bagaimana proses penumpukan laba ini terjadi); apa saja sektor-sektor kelas pekerja Indonesia, sektor kelas pekerja apa yang menjadi inti industri atau bentuk produksi di Indonesia sehingga bisa dikatakan sebagai garda depan dari gerakan kelas pekerja yang sangat signifikan, bagaimana kondisi kelas pekerja Indonesia (termasuk para buruh migran/TKI), asal usul wilayah dan kondisi wilayahnya (ada kawan yang mengabarkan tentang puluhan miliar devisa yang masuk dari pengiriman TKI ke semenanjung Arabia); bagaimana sejarah masyarakat Indonesia, terutama kelas pekerja di Indonesia.

Sesungguhnya kelas pekerja hadir secara obyektif (class in itself) di Indonesia seperti di negara lainnya, tapi kesadaran kelas (class for itself) belum terbentuk dan lambat laun pasti akan terbentuk seperti sejarah kelas pekerja di Indonesia telah membuktikannya sebagai syarat subyektif dari kelas tertindas untuk bangkit merebut kedaulatannya. Namun, hal ini akan tercapai bilamana gerakan kelas pekerja dan kaum revolusioner di Indonesia berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan konkrit di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentarnya tentang artikel yang kami phosting dalam blog yang kami kelolah, baik itu kritikan, usulan, dan juga saran-saran yang tentunya membangun. mari kita budayakan diskusi menggali pengetahuan-pengetahuan baru.."belajar-berorganisasi-dan-bejuang"

Baca Juga Artikel Lainnya