10 November 2011

HARI PAHLAWAN JARINGAN GERAKAN MAHASISWA KERAKYATAN (JGMK)

(Resista (Yogyakarta), Gerakan Mahasiswa Pro Demokrasi (Medan), Konsentrasi Mahasiswa Progresif (Samarinda), Barisan Pemuda dan Mahasiswa Progresif (Sumbawa), Sentra Gerakan Mahasiswa Progresif (Pol – Man), Front Mahasiswa Demokratik (Makassar).

10 November, Bangun Persatuan! Hancurkan Rezim Neoliberalisme Pengkhianat Rakyat!
 10 November 1945 (Hari Pahlawan) menjadi saksi sejarah dimana rakyat Surabaya bahu membahu mengangkat senjata melawan gempuran militer Imperialisme Inggris dan Belanda yang menginginkan Indonesia kembali menjadi daerah jajahan, sebuah tindakan tegas dan berani untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru saja di raih Indonesia dengan perjuangan penuh tumpah darah selama lebih dari 350 tahun. Cita cita membangun luhur membangun Negara yang kuat serta mandiri yang menjadi salah satu pembakar semangat seluruh rakyat, tak terhitung sudah berapa kucuran keringat,darah dan bahkan pengorbanan nyawa para pejuang revolusi kemerdekaan Indonesia.

Namun sayang pasca orde baru berkuasa dengan kebijakan seluruh cita cita rakyat harus pupus, pasca pembantaian lebih dari 3 juta gerakan rakyat rezim inipun melakukan perselingkuhan dengan para pemodal asing untuk menjual asset asset vital Indonesia, Freeport adalah contoh konkrit awal diobaralnya kekayaan negeri ini pada sang pemilik modal,32 tahun rezim militer kapitalistik ini berkuasa hingga puncaknya Mei 1998 gerakan rakyat mampu menumbangkan rezim ini. 

Namun reformasi 1998 tak banyak mengubah keadaan, mulai dari Rezim Habibi, Megawati dan bahkan rezim SBY-Boediono yang kesemuanya adalah bagian dari perpanjangan tangan dari pemilik modal. Yang menginginkan Indonesia bisa menjadi surga bagi kebutuhan bahan mentah dan buruh murah. Dan bisa di tebak siapa yang dirugikan, Tentunya RAKYAT !!!. Selain rakyat harus menanggung hutang yang hingga pertengahan tahun ini lebih dari 1700 Triliun, rakyat pekerja di paksa di jadikan buruh upahan murah melalui paket kebijakan UU No 13 tahun 2003 yang menjadi alat legitismasi penerapan sistem kerja kontrak dan Outsourching 

Namun itu belum cukup ditengah hutang yang menumpuk yang memaksa pemerintah mencabut subsidi bagi rakyat, semua sektor vital yang menjamin hajat hidup orang banyak seperti air,tanah, migas yang di obral pada pihak asing seolah menjadi watak dari rezim neolib sekarang, tak cukup itu saja saat ini pemerintah juga tengah menggodok RUU Perguruan Tinggi yang menjadi alat pelepasan tanggung jawab Negara dalam pembiayaan pendidikan, karena kedepannya jika RUU ini di sahkan, maka yang terjadi pendidikan akan semakin mahal, karena rakyat yang makin tak berdaya harus membayar lebih banyak untuk memperoleh akses pendidikan serta di bukanya kesempatan asing untuk mengeruk keuntungan dari sektor pendidikan.

Maka sudah saatnya rakyat untuk bersatu membangun alat politiknya sendiri yang mandiri serta bebas dari campur tangan elit politik yang terus menghamba pada tuan pemodal yang anti terhadap gerakan kerakyatan. Rezim Neoliberalisme hanya bisa di tumbangkan oleh persatuan gerakan rakyat yang berkehendak membangun SOSIALISME, yaitu dimana pendidikan dan kesehatan gratis, petani mendapatkan lahan penggarapannya, buruh mendapatkan upah yang layak serta menasionalisasikan asset – asset dari Negara ini! Maka, jangan diam dan tertunduk, sudah saatnya Rakyat bergerak dan bersatu demi mewujudkan masyarakat yang adil, egaliter dan tanpa penindasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentarnya tentang artikel yang kami phosting dalam blog yang kami kelolah, baik itu kritikan, usulan, dan juga saran-saran yang tentunya membangun. mari kita budayakan diskusi menggali pengetahuan-pengetahuan baru.."belajar-berorganisasi-dan-bejuang"

Baca Juga Artikel Lainnya