16 Januari 2014

KENAPA MAHASISWA LAMA KULIAH ?

Oleh-oleh: Bustamin Tato
Judul diatas sekaligus pertanyaan aku lemparkan kepada khalayak mahasiswa yang masih berstatus mahasiswa. Mahasiswa baru maupun mahasiswa yang lama kuliah silahkan dibaca dan dikoreksi jika ada yang salah. Pertanyaan diatas dengan beragam perspektif akan muncul, kenapa ada mahasiswa yang lama kuliah?, suka atau tidak suka, mahasiswa lama kuliah akan coba saya jawab dengan pengalaman pribadi dan pengalaman para nara sumber yang lain yang sampai saat ini masih kuliah dengan semester yang sudah offside dari target kuliah 4 tahun 8 semester. Dan menurut standar pemikiranku 70 % akan menjawab, mahasiswa yang kuliahnya offside dikarenakan lebih menyibukkan dengan organisasi, 20 % akan menjawab karena malas masuk kampus kuliah, dan 10 % jawaban diluar dari organisasi dan factor malas.


Karena mahasiswa berorganisasi

Apapun tuduhan orang-orang kepada mahasiswa yang lama kuliah pasti ada alasan tersendiri kenapa dia berlama-lama kuliah, tetapi banyaknya masyarakat yang menganggap bahwa orang yang berlama-lama kuliah itu  mahasiswa yang aktif berorganiasasi, dimana dengan aktifnya berorganisasi akan menghambat dan mengabaikan kepentingan kuliahnya dan banyak mengurus organisasi. Perpektif seperti inilah yang banyak dimasyarakat sekarang ini.

Menurutku pemahaman seperti diatas adalah buah dari system sebelumnya yang dikembangkan oleh rezim hari ini, dari zaman presiden jendral Soeharto sampai pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY)-Boediono, bahwa jangan membiarkan mahasiswa itu berorganisasi karena bisa berdampak buruk terhadap perkulihannya, seharusnya mahasiswa itu kerjanya kuliah toh saja, jangan ada kegiatan lain selain kuliah. Mengapa muncul seperti ini,? karena pada jaman presiden soeharto yang gencar mengkritik kebijakan pemerintah adalah mahasiswa melalui pengkajian-pengkajian yang dilakukan mahasiswa dalam organisasi yang mereka tempati menambah ilmu, maraknya organisasi dikampus baik ekstra maunpun intra kampus melakukan aktivitas pengkajian tentang social-politik, dengan berbagai macam masalah social, ekonomi dan politik yang tidak sesuai dengan kondisi objektif masyarakat.

Sampai sekarang banyak mahasiswa yang terasuki hegemoni orde baru sampai orde paling baru itu, yang langsung menghakimi mahasiswa yang lama kuliah dikarenakan mahasiswa tersebut aktif berorganasasi, mahasiswa yang memandang mahasiswa lama dikarenakan berorganisasi adalah mahasiswa yang tidak bisa melihat dan tidak menganalisa secara tajam mengapa cap itu menyebar kemahasiswa dan masyarakat  luas.
Meng cap mahasiswa yang lama kuliah karena aktif berorganisasi adalah suatu cap yang tiak beralasan dan tidak ilmiah dalam menganalisa, inilah salah satu keterburukan system pendidikan kita “tidak ilmiah”. Berorganisasi itu absolute, bersifat mutlak karena tidak ada manusia yang bisa lepas dari yang namanya organ(isasi), itu sudah fitrah manusia.

Jika kita membandingkan nasib orang yang aktif berorganisasi dan yang tidak berorganisasi sangat jauh berbeda. Seluruh pemerintah, baik pemerintah pusat sampai pemerintah daerah sejatinya dari berbagai macam organisasi, partai politik adalah salah satu organisasi yang luas cakupannya bukan hanya masyarakat yang bisa berpolitik tetapi mahasiswapun berpolitik. Jadi, kenapa harus ada tembok penghalang untuk kita (mahasiswa) berorganisasi.
Pemerintah sengaja menyebarkan virus yang mematikan gerakan mahasiswa agar tidak ada lagi aktivitas/kebijakan pemerintah yang terhalang oleh kritikan dari mahasiswa, karena pemerintah sadar bahwa munculnya kritikan karena banyaknya organisasi mahasiswa yang melakukan pengkajian tentang ekonomi, social, dan politik. Sehingga adapun kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan dikritik habis-habisan oleh kalangan intelektual dalam hal ini mahasiswa yang berorganisasi dan melakukan pengkajian tentang situasi ekonomi, social, dan politik bangsa ini.

Kenapa mahasiswa berorganisasi.?

Jika kita ingin menjawab pertanyaan diatas kita akan mengupas dalam-dalam tentang pendidikan kita hari ini, meskipun pertanyaan diatas sudah terjawab diawal tulisan, bahwa berorganisasi itu sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Kelanjutan ini hanya menambahkan jawaban dari pertanyaan diatas. Seperti yang saya ketik sebelumnya bahwa kita harus melihat system pendidikan kita hari ini, apakah sudah menjawab keinginan mayoritas mahasiswa ataukah belum. 
Sebelum kita beranjak kejenjang pendidikan tinggi kita telah merancang apa yang menjadi cita-cita kita, misalnya ada yang bercita-cita menjadi dokter ahli, ahli filsafat, ahli ekonom, dan lain sebagainya. Ternyata  ketika kita sampai ke aktivitas perkuliahan, yang kita dapat tidak sesuai apa yang kita bayangkan dan rancang-rancang sebelumnya, bahkan sangat jauh dari yang kita inginkan. Dengan adanya organisasi yang membebaskan kita memilih apa yang kita iginkan menjawab semuanya, misalnya ilmu tentang filsafat, teknik dan sebagainya (pengalamanku).

Karena factor malas kuliah

Yang membuat kita lama kuliah adalah factor malas, saya sangat sepakat dengan ini. Tetapi kita harus menjawab juga kenapa mahasiswa malas kuliah, ada apa dengan system perkuliahan sehingga mahasiswa tak bergairah denganya. Mungkin aku coba menjawab ini dengan alasan yang sangat subjektif. Kenapa mahasiswa malas mungkin dikarenakan dengan adanya system pendidikan yang bobrok dan tidak ada disiplin baik dosen sebagai team pengajar maupun mahasiswa. Kita harus telusuri itu juga untuk mendapat alasan mengapa mahasiswa malas kuliah. 

Mungkin ini saja yang bisa aku tulis, mungkin buat para pembaca menganggap ini tak mempunyai unsure edukatif didalamnya, jika ada pembaca beranggapan begitu silah berbuat apa saja dengan tulisan saya ini, ingin dubuang atau dirombak atau dikritik silahkan. Karena kebetulan saya ukan tipe manusia yang anti kritik seperti yang dilaksanakan system pendidikan hari ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentarnya tentang artikel yang kami phosting dalam blog yang kami kelolah, baik itu kritikan, usulan, dan juga saran-saran yang tentunya membangun. mari kita budayakan diskusi menggali pengetahuan-pengetahuan baru.."belajar-berorganisasi-dan-bejuang"

Baca Juga Artikel Lainnya