8 Mei 2016

Stop Politik Orde Baru, Wujudkan Demokrasi Sejati



Aksi untuk memperingati hari marsinah FMD-SGMK

Propaganda Orde Baru seakan telah bangkit dari liang kuburnya di negeri ini pasca mundurnya rezim penguasa orde baru Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya sebagai presiden. Kembangkitan orde baru, dimana pembungkaman ruang-ruang demokrasi merajalela disegala aktivitas yang dianggap mengancam stabilitas negara.
Pembubaran diskusi dan pemutaran film oleh kelompok-kelompok reaksioner, pemberlakuan jam malam bagi mahasiswa di kampus, DO magi mahasiswa yang melakukan aksi massa, merepresif, mengkriminalisasi pejuang-pejuang rakyat papua
yang menginginkan kemerdekaan dan sebagainya merupakan ancaman bagi kerang demokrasi yang telah tertutup rapat dan menjalankan liberalisasi ekonomi di indonesia. Hari ini tanggal 8 Mei merupakan peringatan hari buruh perempuan yang pada masa orde baru pada tahun 1993 di bunuh karena memperjuangkan hak-hak buruh seperti hak cuti haid, hamil, dan kenaikan upah buruh.

Setelah melakukan pendidikan Calon Anggota, Front Mahasiswa Demokratik – Sentra Gerakan Muda Kerakyatan (FMD-SGMK) melakukan Aksi peringatan 23 tahun terbunuhnya Marsinah yang sampai sekarang masih “misterius”. issu sentral dari aksi peringatan buruh perempuan (Marsinah) yaitu “Stop Politik Orde Baru, dan Wujudkan Demokrasi Sejatai”, titik kumpul di depan kampus UNM gunungsari, kemudian sekitar pukul 10:00 wita massa aksi dari FMD SGMK melakukan longmarc ke pertigaan pettarani-alauddin. 

Beberapa issu turunan seperti Stop kekerasan seksual terhadap perempuan, lawan politik upah murah dan cabut PP No 78 tahun 2015, berikan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja, distribusikan hasil alam kepada rakyat, lawan program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), lawan sistem kerja kontrak dan outsourcing, wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis, dan bervisi kerakyatan, tolak militer masuk kampus, stop kriminalisasi terhadap rakyat, usut tuntas pelanggaran HAM dan penjarakan semua pelanggar HAM di indonesia, wujudkan reforma agraria sejati, tolak perampasan tanah rakyat, dan tolak reklamasi.

Kawan Mufliana sebagai Koordinator Lapangan (KORLAP) FMD-SGMK dalam orasinya menyatakan bahwa “Marsinah adalah pejuang buruh perempuan, dan negara harus menjadikan Marsinah sebagai pahlawan buruh perempuan, serta negara juga bertanggung jawab melindungi kaum perempuan dari kekerasan seksual serta tuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu”.  
Aksi ini merupakan bentuk solidaritas pemuda/mahasiswa atas perjuangan kaum buruh, dan juga perjuangan rakyat secara luas. Bahwa mahasiswa tidak akan lepas dari kepentingan rakyat, bahwa pemuda/mahasiswa lah sebagai pelopor gerakan rakyat dan semestinya setia di garis perjuangan rakyat demi terwujudnya sosialisme di indoensia. 

Aksi Front mahasiswa demokratik – Sentra gerakan muda kerakyatan setelah pembacaan pernyataan sikap secara bersama-sama, kemudian membubarkan diri dan kembali ke baruga paralegal LBH makassar melakukan evaluasi aksi, dan menysusn aktivitas perjuangan selanjutnya bersama kawan-kawan anggota baru FMD-SGMK Makassar.

Pembacaan Pernyataan Sikap Oleh Kwan Ana

Aksi Memperingati Hari Terbunuhnya Marsina Sebagai Korban Keganasan Orde Baru

massa aksi membuat Lingkaran sebagai penutup aksi dan pembacaan pernyataan sikap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berikan komentarnya tentang artikel yang kami phosting dalam blog yang kami kelolah, baik itu kritikan, usulan, dan juga saran-saran yang tentunya membangun. mari kita budayakan diskusi menggali pengetahuan-pengetahuan baru.."belajar-berorganisasi-dan-bejuang"

Baca Juga Artikel Lainnya